Pengaruh Siswa Siswi IPS Mempelajari Pelajaran IPA
Bab 1
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Pendidikan sebagai jalur penghubung ke tujuan hidup yaitu karir. Zaman yang terus menerus mengalami perubahan dalam segala bidang, khususnya dalam bidang pendidikan yang telah mengalami perubahan. Salah satu perubahannya adalah perubahan kurikulum. Perubahan kurikulum dari KTSP menjadi KURTILAS. Dimana siswa langsung diberikan pilihan jurusan yang akan menentukan masa depan kita dalam dunia perguruan tinggi yang akan menuju ke dunia karir. Walaupun sudah bisa memilih jurusan, namun tetap saja mereka harus mempelajari pelajaran lintas minat. Misalnya siswa yang mengambil jurusan IPS, tentu mereka akan belajar segala sesuatu mengenai lingkungan , keuangan , sosiologi , kependudukan dan masih banyak lagi, namun mereka harus mengikuti pelajaran lintas minat seperti Biologi atau Kimia atau Fisika. Tentu saja hal ini dapat mempengaruhi fokus belajar siswa tersebut dalam mengikuti pelajaran.
Idealnya siswa siswi ips seharusnya menekuni dalam bidang IPS karena mereka akan lebih ahli dalam bidang IPS. Sebaliknya dengan siswa siswi ipa yang seharusnya menekuni bidang IPA. Tetapi faktanya siswa siswi IPS tetap mendapatkan pelajaran tambahan IPA. Contohnya yaitu seperti di Sekolah Kristen Kanaan Jakarta yang siswa siswi IPS nya mendapati pelajaran kimia . hal ini menyebabkan terpecahnya konsentrasi serta pembagian waktu dalam belajar yang tentunya akan menyebabkan terjadinya perubahan nilai pada siswa-siswi.
Dalam kesempatan kali ini saya akan membuat karya tulis yang berjudul "Pengaruh Siswa-siswi IPS yang Mempelajari pelajaran IPA terhadap hasil belajar SISWA SISWI SMA KRISTEN KANAAN JAKARTA" Karena hal ini menjadi perbincangan di kalangan kelas 11 IPS yang disebabkan oleh hasil yang buruk dalam pelajaran IPA. dan saya membuat karya tulis ini dengan menggunakan metode pengumpulan data yaitu angket kepada beberapa perwakilan siswa-siswi kelas 11 IPS yang menjadi sample , karena hal ini berhubungan dengan siswa siswi sehingga dengan metode angket , lebih efektif dan saya dapat mengali informasi yang lebih dalam tentang masalah ini dan angket akan dilakukan oleh beberapa orang dari kelas 11 IPS. Dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Kuantitatif, karena saya menggunakan metode angket tentunya akan menghasilkan hasil yang berupa bukan kalimat melainkan berupa angka.
1.2 Rumusan Masalah
Dalam karya tulis yang berjudul "Pengaruh Siswa Siswi IPS mempelajari pelajaran IPA" dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Mengapa siswa siswi jurusan IPS yang mempelajari IPA dapat mempengaruhi hasil belajar siswa tersebut?
2. Bagaimana cara mengatasi dampak mempelajari IPA bagi siswa siswi jurusan IPS?
1.3 Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui pengaruh dari siswa siswi ips yang mempelajari pelajaran ipa
2. Untuk mengetahui apakah siswa siswi ips mampu menghadapi pelajaran ipa tersebut tanpa mempengaruhi hasil belajar
1.4 Manfaat Penelitian
1. Menambah kemampuan penulis dalam mencari fenomena yang terjadi dalam masyarakat serta mencari solusi yang terbaik.
2. Mendapatkan wawasan tentang pengaruh mempelajari pelajaran IPA bagi siswa siswi jurusan IPS bagi pembaca yang mengalami.
BAB 2
STUDI PUSTAKA
2.1 Kurikulum 2013
Berikut ini adalah pengertian dari kurikulum menurut para ahli yang akan saya paparkan :
Menurut Inlow, "Kurikulum sebagai usaha menyeluruh yang dirancang khusus oleh pihak sekolah guna membimbing murid untuk memperoleh hasil dari pembelajaran yang sudah ditentukan."
Menurut Kerr, J.F. "Kurikulum sebagai semua pembelajaran yang dirancang dan dilaksanakan secara individu ataupun berkelompok, baik disekolah maupun diluar sekolah"
Dari pendapat yang dikemukakan oleh para ahli mengenai kurikulum, dapat disimpulkan bahwa kurikulum adalah suatu sistem pendidikan sekolah yang ditetapkan oleh suatu badan atau pihak sekolah untuk membimbing siswa dan mengarahkan siswa dalam proses belajar mengajar disekolah.
2.2 Dampak Mentalitas Siswa Karena Mempelajari Berbagai Pelajaran Yang Tidak Dikuasainya
2.2.1 Dampak
Berikut ini adalah pengertian dari dampak menurut para ahli yang akan saya paparkan :
Menurut Hiro Tugiman, “ Dampak adalah sesuatu yang bersifat objektif”
Menurut Aresandi S, “Dampak adalah besarnya nilai yang kita tambahkan pada hidup atau dunia seseorang”
Dari pendapat yang dikemukakan oleh para ahli mengenai dampak, dapat disimpulkan bahwa dampak merupakan besarnya nilai yang kita tambahkan pada hidup seseorang secara objektif dan muncul setelah adanya suatu kejadian.
2.2.2 Mental
Berikut ini adalah beberapa pengertian mental menurut para ahli yang akan saya paparkan:
James Draver memaknai mental yaitu "revering the mind" maksudnya adalah sesuatu yang berhubungan dengan pikiran atau pikiran itu sendiri.
Al-Qussy (1970) yang dikutip oleh Hasan Langgulung, mendefinisikan mental adalah paduan secara menyeluruh antara berbagai fungsi-fungsi psikologis dengan kemampuan menghadapi krisis-krisis psikologis yang menimpa manusia yang dapat berpengaruh terhadap emosi dan dari emosi ini akan mempengaruhi pada kondisi mental.
Dari pendapat yang dikemukakan oleh para ahli mengenai mental, dapat disimpulkan bahwa mental merupakan suatu yang berhubungan dengan pikiran dari berbagai fungsi psikologis dan mempengaruhi emosi.
2.2.3 Dampak Mentalitas Siswa Karena Mempelajari Berbagai Pelajaran Yang Tidak Dikuasainya
1. Siswa menjadi tidak percaya diri dalam belajar
2. Menurunnya nilai siswa dalam pelajaran yang lainnya
3. Menjadi ragu ragu dalam mengerjakan sol soal pelajaran
4. Menjadi malas untuk meningkatkan pelajaran yang tidak dikuasai
Bab 3
Metode penelitian
3.1 Jenis
Penelitian
Jenis penelitian dibagi menjadi 2, yaitu penelitian
kuantitatif dan penelitian kualitatif. Penelitian kuantitatif merupakan
penelitian yang menggunakan data berupa angka, sedangkan penelitian kualitatif
merupakan penelitian yang menghasilkan data deskriptif mengenai kata-kata lisan
maupun tertulis dan tingkah laku yang dapat diamati dari orang-orang yang
diteliti. Jenis
penelitian yang kami gunakan adalah kuantitatif, karena kami menggunakan data
berupa angka yang akan kami jadikan
kesimpulan dari penelitian kami.
3.2 Metode Penelitian
Dalam penelitian yang berjudul “Pengaruh Siswa Siswi IPS Mempelajari Pelajaran IPA” kami
menggunakan metode
deskriptif. Metode penelitian deskriptif dimaksudkan untuk menjelaskan situasi
atau keadaan populasi tertentu yang bersifat faktual secara sistematis dan
akurat. Tujuan penelitian deskriptif adalah mendeskripsikan seperangkat
peristiwa atau kondisi populasi saat ini.
3.3 Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian dilaksanakan di SMA Kristen Kanaan pada Rabu, 8 November 2017 di ruangan kelas masing-masing.
3.4 Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi adalah
keseluruhan subjek penelitian yang memiliki satu atau beberapa ciri
karakteristik yang sama. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah
siswa siswi SMA Kristen Kanaan kelas 11.
http://ciciliaerma.blogspot.co.id/2013/05/contoh-bab-3-karya-ilmiah-remaja.html
2. Sampel
Sampel merupakan bagian dari populasi yang ingin diteliti, dipandang sebagai suatu pendugaan terhadap populasi,
namun bukan populasi itu sendiri.
Dalam penelitian ini yang menjadi sampel adalah kelas 10.
http://ciciliaerma.blogspot.co.id/2013/05/contoh-bab-3-karya-ilmiah-remaja.html
3.5 Teknik
Pengumpulan Data
Pengertian teknik pengumpulan data
Teknik pengumpulan data merupakan bagian dari kegiatan
penelitian yang bertujuan untuk memperoleh data-data dari sampel/objek
penelitian yang telah dipilih.
Teknik pengumpulan data yang kami
gunakan dalam penelitian ini berupa angket.
Pengertian
angket
Melalui
angket ini, diharapkan para siswa siswi SMA Kristen Kanaan akan menjawab
pertanyaan-pertanyaan dengan jujur dan tanpa mendapat tekanan dari pihak
manapun. Sehingga data yang diberikan benar-benar akurat dan dapat
dipertanggungjawabkan kebenarannya.